Rss Feed
  1. Berita tentang korupsi tak henti-hentinya menjadi topic hangat di kalangan masyarakat maupun media. Pembahasannya tidaka hanya dari segi norma korupsi itu sendiri tetapi juga disinggung dari budaya, psikologi bahkan sudut pandang ekonomi. Definisi korupsi sesungguhnya beragam. Namun jika dipandang dari sisi ekonomi, korupsi berarti the misuse of public office for private gain. Cukup banyak studi dan penelitian yang menunjukkan bahwa korupsi dapat memperburuk performance perekonomian suatu negara. Hal ini dapat kita lihat dari studi dan pengamatan sejumlah pakar sebagai berikut:
    Pertama, Dampaknya terhadap investasi.
    Kedua, dampak korupsi terhadap pertumbuhan ekonomi.
    Dampak korupsi juga dapat dicermati dari sisi pertumbuhan ekonomi. Apabila korupsi dapat mengurangi investasi domestik dan investasi asing, satu hal yang pasti dapat juga terjadi adalah korupsi akan menurunkan pertumbuhan ekonomi.
    Tanzi dan Davoodi (1997) melakukan studi yang sistematik terhadap dampak korupsi terhadap keuangan publik. Terdapat beberapa temuan penting dari hasil studi tersebut, yaitu korupsi memiliki kecenderungan untuk meningkatkan ukuran public investment sebab pengeluaran publik meningkat karena praktik manipulasi yang dilakukan oleh pejabat tinggi, korupsi akan mampu mengubah komposisi pengeluaran pemerintah dari pengeluaran yang bersifat pengoperasian dan pemeliharaan menjadi pengeluaran yang bersifat pembelian barang-barang baru.
    Korupsi memiliki kemungkinan untuk membelokkan komposisi pengeluaran publik dari pengeluaran untuk projek-projek publik ke aktivitas pembangunan yang tidak langsung terkait dengan publik dengan alasan proyek yang terkait langsung dengan masyarakat relatif lebih sulit untuk menerapkan rente, korupsi akan mengurangi produktivitas investasi publik dan infrastruktur, korupsi akan menurunkan penerimaan pajak sebab kemampuan pemerintah untuk mengumpulkan pajak dan tarif, secara riil sangat tergantung pada nominal tax rate dan rumitnya peraturan perpajakan yang pada akhirnya akan ”disederhanakan” oleh petugas pajak di lapangan. Korupsi dalam bentuk kolusi antara para elite politik korup dan elit ekonomi serakah akan mengekspolitasi sumberdaya alam secara semena-mena untuk keuntungan pribadi di atas kesejahteraan warga dunia dan ekonomi bangsa sendiri.
    Akibatnya perusakan lingkungan yang hebat tak terelakkan dan ketika  ini terjadi menurut Ramcharan (1983) bukan hanya memustahilkan pemenuhan hak-hak dalam kategori social ekonomi pada pihak lain khususnya atas orang-orang miskin seperti hak atas pangan (right to food), hak atas kesehatan (right to health), hak atas perumahan (right to housing), hak atas pekerjaan (right to work), tetapi juga memustahilkan pemenuhan atas hak dalam kategori sipil dan politik (civil and political right) seperti hak atas hidup, hak berorganisasi dan seterusnya. Korupsi juga memiliki berbagai efek penghancuran yang hebat (an enermous destruction effects) terhadap orang miskin, dengan dua dampak yang saling bertaut satu sama lain.
    Pertama, dampak langsung yang dirasakan oleh orang miskin yakni semakin mahalnya harga jasa berbagai pelayanan publik, rendahnya kualitas pelayanan, dan juga sering terjadinya pembatasan akses terhadap berbagai pelayanan vital seperti air, kesehatan, dan pendidikan. Kedua, dampak tidak langsung terhadap orang miskin yakni pengalihan sumber daya milik publik untuk kepentingan pribadi dan kelompok, yang seharusnya diperuntukkan guna kemajuan sektor sosial dan orang miskin, melalui pembatasan pembangunan. Dampak yang tidak langsung ini umumnya memiliki pengaruh atas langgengnya sebuah kemiskinan.


    Sumber:
    26092011

    |


  2. 0 comments:

    Post a Comment

Powered by Blogger.